slide 1 title

Selamat Datang di eddymig35.blogspot.com

slide 2 title

Selamat Datang di eddymig35.blogspot.com

slide 3 title

Selamat Datang di eddymig35.blogspot.com

slide 4 title

Selamat Datang di eddymig35.blogspot.com

slide 5 title

Selamat Datang di eddymig35.blogspot.com


Monday, July 22, 2013

IP Address dan Subnetting

Apa itu IP Address ? IP Address adalah Alamat Internet Protokol (Internet Protokol Address) yang merupakan identitas dari alat (hardware) seperti komputer, printer, router pada suatu jaringan yang kamu gunakan untuk berkomunikasi . Sedangkan Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet."

Pengertian Segment IP
IP Address yang Populer adalah IPV4 yaitu IP yang terdiri dari 4 Segment xxxx.xxxx.xxxx.xxxx dengan total 32 bit dimana setiap segmentnya terdapat 1byte (8bit) (1 segment = 1byte )
Nilai Total dari satu Segment Berjumlah 255 , nilai ini berasal dari Penjumlahan 128+64+32+16+8+4+2+1 = 255 , penghitungan ini diambil dari perpangkatan 2 pangkat bilangan dari 0-7 , jadi bila nilai satu segment = 255 maka penulisan pada segment tersebut = 1 1 1 1 1 1 1 1

Saya Kasih Contoh IP 192.168.1.10/24
Maka nilai IP segment nya seperti ini :
1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1 . 0 0 0 0 1 0 1 0
Dan /24 adalah nilai dari Subnet IP tersebut . jadi pengertiannya
Seperti disebutkan tadi Total 4 Segment = 32 bit , jika menggunakan /24 berarti yang digunakan hanya 24 bit saja dan penulisan bitnya seperti ini :
1 1 1 1 1 1 1 1 . 1 1 1 1 1 1 1 1 . 1 1 1 1 1 1 1 1 . 0 0 0 0 0 0 0 0
255.255.255.0 ( Nilai yang ditampilkan )

Jenis IP Address :
Class A, range 1-126, IP Private 1.0.0.1 s/d 126.255.255.254, subnet mask 255.0.0.0
Class B, range 128-191, IP Private 128.0.0.1 s/d 191.255.255.254, subnet mask 255.255.0.0
Class C, range 191-223, IP Prvate 191.0.0.1 s/d 223.255.255.254, subnet mask 255.255.255.0

Catatan :
IP 127.0.0.1 itu untuk IP loopback/ localhost
IP 0.0.0.0 dan 255.255.255.255 untuk broadcast
sebenarnya ada 5 Jenis IP Address namun disini hanya akan dibahas 3 saja karena IP Class D dan E jarang sekali untuk di Gunakan

Contoh :
IP class A, misal : 100.10.10.1
maka subnet mask : 255.0.0.0
[Network,Host,Host,Host]

IP class B, misal : 172.16.10.1
maka subnet mask : 255.255.0.0
[Network,Network,Host,Host]

IP class C, misal : 192.168.10.1
maka subnet mask : 255.255.255.0
[Network,Network,Network,Host]

Penjelasan Network dan Host :

Class A, Network ID W.0.0.0 Host ID 0.X.Y.Z dengan Jumlah PC 16,777,214 hosts
Class B, Network ID W.X.0.0, Host ID 0.0.Y.Z, dengan jumlah PC 65,532 hosts
Class C, Network ID W.X.Y.0, Host ID 0.0.0.Z, dengan jumlah PC 254 hosts

contoh:
IP class A, misal : 100.10.10.1
maka Network ID : 100.0.0.0
dan Host ID : 0.10.10.1

IP class B, misal : 172.16.10.1
maka Network ID : 172.16.0.0
dan Host ID : 0.0.10.1

IP class C, misal : 192.168.10.1
maka Network ID : 192.168.10.0
dan Host ID : 0.0.0.1

Seperti yang saya sebutkan di Jenis IP Address tadi

Subnetting :
Rumus :
1. Mencari IP Pertaman = 265-jumlah nilai range terakhir
2. Jumlah Network ID = 2^x-2
dimana, x = nilai bit pada segment terakhir yang bernilai 1
3. Jumlah Host ID = 2^y-2
dimana, y= nilai bit pada segment terakhir yang bernilai 0

defaut subnet:
/8 = 255.0.0.0
/16 = 255.255.0.0
/24 = 255.255.255.0
Subnetting hanya menentukan jumlah dari Network ID dan Jumlah Host ID

Contoh Kasus Subnetting :
IP address 202.100.30.2 / 30
maka :
Class = C
Netwok ID : 202.100.30.0
Host ID : 0.0.0.2
subnet mask awal 255.255.255.0 menjadi : 255.255.255.252 dimana /30 :
11111111 . 11111111 . 11111111 . 11111100 = 30 bit
255 . 255 . 255 . 252

maka :
1. IP pertamanya adalah : 256-252 = 4
2. Jumlah Netwok ID : 2^6-2 = 30 netwok
3. Jumlah Host ID : 2^2-2 = 2 host

jadi:
i - - - - - - - - - - - - - - - - - ii - - - - - - - - - - - - - - - - - -ii
i IP subnet : 202.100.40.4 - - -ii IP subnet : 202.100.40.8 - - -ii
i IP host : 202.100.40.5 - - - - ii IP host : 202.100.40.9 - - - -ii
i IP host : 202.100.40.6 - - - - ii IP host : 202.100.40.10 - - - -ii
i IP Broadcast : 202.100.40.7 - ii IP Broadcast : 202.100.40.11 - ii
i - - - - - - - - - - - - - - - - - ii - - - - - - - - - - - - - - - - - - ii
= = = = = Network 1 = = = ii = = = Network 2 = = = ii
= = selanjutnya sampe Network 30 ==

Sumber

Situs pengembang "software" Apple diretas

Raksasa komputer dan software, Apple, Senin WIB, menyatakan laman pengembang software-nya telah offline setelah diretas. Apple memperingatkan bahwa informasi pribadi mengenai para penggunanya mungkin telah dicuri.  "Kamis lalu, seorang penyusup berusaha membobol informasi pribadi dari pengembang tercatat kami dari laman pengembang kami," kata Apple seperti dikutip AFP.

Kendati informasi sensitif telah dienkripsi, "kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa beberapa nama, alamat surat dan atau alamat email milik pengembang mungkin telah diakses."  Raksasa teknologi informasi ini mengatakan dalam pernyataan bertajuk "Kami akan segera kembali" bahwa para peretas telah meretas dengan alasan "demi semangat transparansi."

Para pejabat perusahaan segera memblokir situs ini Kamis waktu AS lalu dan sejak itu bekerja untuk memperbaikinya.  "Untuk mencegah ancaman keamanan semacam ini terjadi lagi, kami akan sepenuhnya memeriksa sistem pengembang kami, memperbarui software server kami, dan membangun kembali kesuluruhan database kami," kata Apple, meminta maaf dan berharap situs pengembang itu segera pulih kembali.

Situs ini adalah portal untuk para pencipta software pihak ketiga yang merancang aplikasi-aplikasi untuk iPhone, iPad dan komputer Mac, selain menjadi forum untuk para pengembang software. Menurut Macworld, selama berhari-hari banyak pengembang telah memposting pesan bernada frustasi dan kemarahan di Twitter mengenai bobolnya situs itu.

Avengers: Age of Ultron, tayang 2015

Avengers Age of Ultron

Sutradara Joss Whedon mengumumkan judul baru dari sekuel "The Avengers", "Avengers: Age of Ultron".
Ia mengungkapkan sekuel tersebut akan tayang 2015 saat berada pada acara Comic Con, San Diego, Amerika Serikat. Film "Avengers: Age of Ultron" juga akan menampilkan Robert Downey Jr sebagai Iron Man dan Chris Hemsworth menjadi Thor, demikian laman BBC.

Sementara itu tokoh yang menjadi judul film, Ultron, merupakan kecerdasan buatan yang menciptakan makhluk untuk menyerang Avengers. Whedon mengumumkan judul film "Avengers: Age of Ultron" usai pemutaran cuplikan film terbaru Thor.

Cuplikan tersebut menampilkan Tom Hiddleston, pemeran penjahat Loki di "The Avengers", dalam balutan kostum lemgkap, seperti dilaporkan Hollywood Reporter. Comic Con telah terselenggara sejak 1970. Acara tersebut membahas "sejarah dan kontribusi terkini komik terhadap seni dan budaya." Comic Con, selain menggelar pertemuan, juga menghadirkan tokoh-tokoh yang ada dalam komik.


Sumber

Juara MotoGP AS


Marc Márquez (REUTERS/Paul Vreeker/United Photos)

Pembalap debutan sensasional Spanyol, Marc Márquez, mengalahkan pembalap posisi pole, Stefan Bradl, ketika memenangi perlombaan US Grand Prix dengan mengendarai Honda dan kini berada di puncak klasemen dengan simpanan 16 poin.  Ini merupakan kemenangan berurutan kedua dan ketiga pada musim ini bagi pembalap berusia 20 tahun itu, yang menjadi pembalap termuda yang memenangi back-to-back lomba sejak kelas sebelumnya.

Pembalap termuda sebelumnya adalah atlet Amerika Serikat, Fast Freddie Spencer, berusia 21 tahun ketika memenangi dua lomba pada musim 1983. Bradl, pembalap Jerman pertama yang berada pada posisi pole di era modern ini, berada di urutan kedua dan merupakan podium pertamanya dalam perlombaan MotoGP.

Juara dunia tujuh kali dari Italia, Valentino Rossi, juga naik podium setelah mengalahkan pembalap Spanyol, Alvaro Bautista. "Saya lihat Marc melaju amat cepat," kata pengendara LCR Honda, Bradl, "Tetapi saya amat gembira bisa naik podium MotoGP pertama kalinya."  "Ini merupakan hasil luar biasa bagi saya, juga bagi tim saya," katanya.

"Ini kemenangan penting bagi saya, karena tekanan di lintasan amat tinggi dan dalam perlombaan jarak kami amat dekat. Kami melaju amat cepat dan karena itu kami naik podium. Ini amat menyenangkan," katanya.
Márquez memiliki 163 poin sedangkan teman senegara dan setimnya Dani Pedrosa 147, pada klasemen umum sementara.

"Saya amat gembira karena mendapatkan 25 poin, karena itu amat penting bagi saya," kata Márquez, "Saya berjuang keras dan tidak menyangka akan mendapatkan 25 poin. Saya amat gembira," katanya, seperti dilaporkan Antara. Pembalap Honda juga menjadi yang pertama sebagai atlet debutan yang menang di Laguna Seca, California, yang amat terkenal dengan tikungan Corkscrew yang berkelok.

Márquez membuat kemenangan di tikungan Corkscrew, dengan melewati Rossi serta para pembalap lainnya. Márquez terinspirasi ketika menyaksikan perlombaan 2008, ketika Rossi melakukan hal sama saat melewati Casey Stoner di bagian tersulit sirkuit itu. "Saya menyaksikan video itu dan berpikir pasti akan dapat melakukannya. Ketika saya mencoba melewatinya, terasa amat sukar karena harus menekan rem, tapi ketika berikutnya saya melepas rem saya dapat melewati lawan saya seperti yang dilakukan Valentino pada 2008," kata Márquez.

Setelah absen pada perlombaan minggu lalu di Jerman GP karena mengalami cedera tulang bahu, juara dunia Jorge Lorenzo dan Pedrosa kembali beraksi pada perlombaan Minggu (21/7). Pembalap Honda, Pedrosa, berada di urutan kelima dan tetap memiliki harapan pada musim ini, sedangkan Lorenzo di atas Yamaha berada di urutan keenam.

Perlombaan berikutnya tetap diadakan di Amerika Serikat saat putaran ke-10 diadakan di Indianapolis dan tempat kondang di Brickyard pada 18 Agustus. 

Sumber 

Pesawat Tempur MiG

Mig-35 (Foto via worldsairforce.webs.com)

Perspektif di pasar senjata internasional ternyata tidak mendorong perbaikan situasi Mikoyan. Pada akhir 2011 lalu, ada kontrak untuk menyelesaikan pengiriman 20 MiG-29 ke Myanmar, 45 MiG-29 K-UB untuk program kapal induk India, ditambah order untuk mengirimkan 62 MiG-29 untuk Angkatan Udara India dan pesanan 24 MiG-29M/M2 untuk Angkatan Udara Suriah. Pesanan lain juga ada untuk MiG. Walaupun begitu, portofolionya masih rendah, MiG masih jauh di belakang saingan dalam negeri utamanya yaitu Sukhoi.

Selain itu, persaingan di pasar ekspor saat ini sudah sangat tinggi. Krisis ekonomi bahkan mendorong negara-negara yang merupakan bagian dari Pakta Warsawa, atau memiliki perjanjian kerjasama militer dengan Uni Soviet, untuk menjual stok alutsista dan pesawat militer mereka, termasuk pesawat MiG-29 yang mereka gunakan. Hongaria baru-baru ini juga mengumumkan batch terakhir penjualannya.

Harapan tinggi pun diemban oleh pesawat tempur MiG model baru yaitu MiG-35 -representasi dari pesawat tempur generasi 4++-, namun pesawat ini juga belum memiliki keberuntungan di pasar internasional karena beberapa alasan. Ketika memulai debutnya pada tahun 2007, MiG-35 sebenarnya telah menarik perhatian luas dunia internasional di pameran-pameran udara. Namun, hingga kini pihak Mikoyan sendiri belum menerima satu pun kontrak penjualannya. Pukulan telak pun diberikan oleh program modernisasi MMRCA (Medium Multi-Role Combat Aircraft) India. Pesawat tempur Rusia pun bahkan tidak masuk ke short list, kalah oleh Dassault Rafale dari Prancis dan Eurofighter Typhoon dari Inggris dkk.

Para analis dan media mengemukakan berbagai alasan kekalahan Rusia atas tender MMRCA India ini. Jika kita hanya berbicara tentang sisi teknis masalah ini, mayoritas akan cenderung berpikir bahwa militer India menolak pesawat tempur Rusia karena mesin RD-33MK, yang notabene adalah mesin versi upgrade dari RD-33 buatan tahun 1972. Selain itu, ada laporan yang menyebutkan bahwa India tidak menyukai sistem radar Zhuk-AE, padahal sistem radar ini menjadi senjata promosi dari MiG-35. Menurut desainer Rusia, sistem radar Zhuk-AE ini akan menjamin kemenangan dalam pertempuran udara terhadap pesawat generasi 4+. Selain itu, sistem radar MiG-35 juga diklaim sebanding dengan yang digunakan pesawat generasi ke-5.

Jika kita berbicara mengenai alasan lain selain kinerja teknis pesawat, maka tampak bahwa ada yang tidak biasa dalam motif para penyelenggara tender. MiG-35 memiliki biaya jauh lebih murah dari para pesaingnya Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon (USD 10,5 miliar untuk 126 pesawat ditambah transfer teknologi dan lisensi). Selain itu Angkatan Udara dan Angkatan Laut India telah memiliki sekitar seratus MiG-29 dengan berbagai modifikasi. Oleh karena itu, membeli pesawat tempur sejenis MiG-29 seharusnya akan menjanjikan penghematan biaya.

Menjelaskan tentang perubahan "kiblat" India ini, para ahli MMRCA cenderung menyinggung keinginan India adalah untuk diversifikasi program kerja sama militer. Singkatnya, India ingin membatasi ketergantungan onderdil pesawat dari produsen Rusia, dengan mempertimbangkan kontrak yang sudah ada yaitu pembelian 230 pesawat tempur Su-30MKI dan program pengembangan bersama pesawat tempur generasi kelima T-50/proyek PAK-FA.

Kegagalan Rusia dalam tender India ini jelas memiliki dampak yang sangat negatif pada prospek MiG-35. Tahun ini, Kementerian Pertahanan Rusia memang memutuskan untuk membeli 24 MiG-35. Tapi apakah itu hanya untuk "melestarikan" alutsista unik atau hanya sebuah percobaan sebelum akhirnya menggantikan 200 MiG-29 yang tersisa di Angakatan Udara Rusia dengan pesawat yang lebih baik? Waktu yang akan menjelaskannya.

Adapun masalah lain yang dihadapi Biro Desain Mikoyan, adalah perusahaan ini sejak bertahun-tahun terkait dengan pengembangan khusus dari komplek industri militer Rusia sejak masa Uni Soviet. MiG dan Sukhoi bekerja secara paralel untuk mengembangkan pesawat tempur ringan dan berat, dan memang hal itu juga dilakukan oleh Amerika Serikat.

Perbedaannya dengan Amerika Serikat, ketika pesawat harus melewati produsen komersial ke layanan, diperlukan penyatuan maksimum pada komponen utama, sedangkan MiG dan Sukhoi tidak. Hasilnya sebuah pesawat dual control lahir seperti F-15 oleh Boeing dan F-16 oleh Lockheed Martin, keduanya memiliki mesin yang sama yaitu Pratt & Whitney F-100. Angkatan Udara AS tidak hanya berhasil menghemat biaya transisi pesawat-pesawat generasi keempat itu, tetapi juga penghematan pada biaya pemeliharaan dan upgrade di masa depan nantinya.

Di Uni Soviet, situasinya agak berbeda. MiG dan Sukhoi dikembangkan dengan lembaga penelitiannya masing-masing, mengandalkan basis produksi masing-masing dan saling terlibat dalam kompetisi untuk mengeksploitasi sumberdaya ekonomi terencana. Kabar baiknya, Pemerintah Rusia berencana untuk menggabungkan perusahaan-perusahaan penerbangan Rusia seperti Mikoyan, Ilyushin, Irkut, Sukhoi, Tupolev, dan Yakovlev sebagai satu perusahaan baru yang bernama United Aircraft Corporation.

Manajemen industri pertahanan Rusia masih berpikir dengan ide "Great Patritic War," yakin bahwa masalah seperti itu cukup muda untuk diterima. Rantai produksi paralel dipandang sebagai cadangan mobilisasi yang secara dramatis akan meningkatkan produksi persenjataan militer dalam kasus perang skala besar. Namun penyatuan di masa depan antara Su-27 dan MiG-29 dalam keadaan seperti ini keluar dari pertanyaan. Uni Soviet mampu mempertahankan dua sistem independen pesawat tempur, tetapi Federasi Rusia tidak bisa.

Sesuatu yang seperti itu juga terjadi di Barat. Berakhirnya Perang Dingin menyebabkan penurunan tajam dalam belanja militer, perangkat keras militer generasi baru harganya melonjak berkali lipat dari sebelumnya. Jumlah produsen independen pesawat juga semakin berkurang, sedangkan sebagian produsen bergabung menjadi satu agar tetap bertahan hidup. Sebuah pesawat biasanya ada jika bisa diekspor. Semua industri pesawat harus belajar hidup sendiri, tidak bergantung kepada dukungan pemerintah.

Sukhoi memasuki periode baru dengan platform T-10 (nenek moyang flanker Su-27 dll) yang bisa dimodernisasi dan dimodifikasi sesuai kebutuhan pelanggan. Hasilnya pesawat generasi 4+ hasil klon dari Su-27 dan Su-30 laris manis di pasar internasional, sementara MiG "termenung" tanpa kontrak internasional yang signifikan dalam satu dekade terakhir. Sukhoi akhirnya menjadi raja di pasar internasional dengan tidak ada pemain Rusia lain di dekatnya.
Sukhoi Su-30MKI India saat Aero India 2009 (Foto :vishak / Wiki)
Model ekspor dari Mikoyan, Universal Light Fighter MiG-29 CMT, juga tidak memberikan harapan. Pesawat ini dinilai terlalu berat untuk kelasnya, MiG-29 CMT telah kehilangan karakteristik penerbangan relatif terhadap model aslinya MiG-29. Amunisinya juga terbatas dan harganya hampir sama dengan Sukhoi yang merupakan fighter kelas berat.

Mikoyan kemudian menggunakan seluruh sumberdayanya untuk memodernisasi mesin RD-33. Insinyur MiG kemudian menciptakan mesin RD-33MK, yang dipasang pada MiG-35, dengan kendali vektor dorong dan afterburner yang ditingkatkan. Namun, kepercayaan dari pelanggan potensial untuk mesin upgrade ini tidak ikut meningkat.

Dan lagi, model MiG ekspor memiliki pesaing yang kuat di pasar negara-negara dunia ketiga, khususnya menghadapi China dengan J-10 an JF-17 nya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka, mereka memiliki keuntungan besar dan tidak terbantahkan di mata pembeli - harga ekspor pesawat China berkisar 10 juta dolar lebih murah dari pesawat Mikoyan Rusia.

Naasnya lagi, pelanggan potensial untuk pesawat tempur MiG hilang diantara brosur-brosur tentang pesawat tempur generasi 4+ lainnya dan ke-5. Bisa saja diantara negara-negara itu tidak mengerti apa yang mereka beli itu. Namun, fakta terjelasnya adalah bahwa memiliki pesawat generasi 4+ atau 5 dalam angkatan udaranya pasti akan memberikan kebanggaan, meskipun mahal dan secara teknis sulit.

Butuhkah Dengan Pesawat Tempur Generasi 4++ atau 5 ? 

Jika ada pertanyaan tentang penerapan pesawat-pesawat tersebut ke dalam layanan, kemampuan teknis dan biaya peralatan yang dibutuhkan untuk menjamin pelaksanaan tugas militer tertentu tertutupi oleh definisi musuh potensial. Tren global yang terjadi saat ini.

Berdasarkan logika sederhana ini, pesawat generasi ke-5 dan semua generasi 4++ akan "kalah" dengan pesawat yang lebih mudah dan sederhana (kalah karena beberapa alasan tertentu), terutama di pasar negara dunia ketiga. Kompleksitas teknis dan fleksibilitas dari pesawat memang akan memberikan keunggulan strategis, tapi itu hanya terjadi jika jumlah pesawatnya mencukupi. Nah, untuk negara-negara tertentu, ini akan sulit dicapai karena tingginya harga pesawat-pesawat semacam ini. Ketika harus membeli pesawat canggih namun dengan harga selangit, angkatan udara dari negara yang memiliki kantong pas-pasan akan memiliki resiko "tidak ada dukungan udara dan pilot menjadi tidak terlatih."

Amerika Serikat menolak untuk menggunakan F-22 Raptor dalam konflik Libya karena pesawat ini memang bukan dirancang untuk menyerang target darat, ini juga yang memaksa orang untuk berpikir kembali (walaupun F-22 memang tidak dijual).

Asumsi di atas sebagian juga didukung oleh perilaku pelanggan potensial di akhir pameran udara Le Bourget Prancis 17-13 Juni lalu. Pelanggan kebanyakan hanya tertarik pada helikopter serang, UAV nEUROn dan P.1 HH Hammerhead, pesawat latih tempur yang murah dan mudah, atau pesawat-pesawat tempur ringan seperti Archangel Amerika atau Super Tucano EM 314B dari Embraer Brasil.

Di sisi lain, China juga mengumumkan rampungnya pengembangan pesawat latih tempur ringan JL-10, yang menjadi pesawat termurah di kelasnya -10 juta dolar ketimbang Yak-130 Rusia yang 15 juta dolar. Kemungkinan besar, ini adalah jenis pesawat yang akan menentukan wajah pasar penerbangan internasional dalam beberapa dekade mendatang. Negara-negara non-industri di Asia, Afrika dan Amerika Latin, serta perusahaan militer swasta, dijamin akan tertarik pada pesawat latih tempur China itu.

Krisis ini juga dilatarbelakangi karena meningkatnya harga satuan dan tingginya persyaratan untuk pelatihan pilot. Mengakibatkan jumlah negara yang mampu memiliki pesawat modern pasti akan menurun. Akibatnya, produsen penerbangan harus memilih antara pasar internal mereka yang sedikit atau lingkaran pelanggan potensial yang sanggup untuk mengakuisisi dan mengupgrade armada generasi 4++ dan 5 mereka.

HIMARS-M142 MLRS

HIMARS-M142 MLRS
 
M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) merupakan versi ringan dari MLRS M270.Kendaraan ini memasuki layanan dengan Angkatan Darat AS pada tahun 2005 yang di operasikan oleh pasukan udara dan marinir.Direncanakan sekitar 900 MLRS akan di bangun dan beberapa pelanggan ekspor telah memesan sistem roket ini.
HIMARS sama dengan MLRS M270,namun ia hanya membawa satu kontener dengan total 6 buah roket.dilengkapi dengan roket standar ukuran 240 mm,panjang 3,96 m dengan bobot 307 kg.HIMARS dapat meluncurkan roket M270 termasuk HE Frag dan Klaster.dengan pengembangan baru,ia juga dapat meluncurkan rudal dengan jarak di perpanjang 60-100 km.

MGM-140C


Strategi dan Alutsista Militer Strategi dan Alutsista Militer
HIMARS dapat meluncurkan rudal taktis MGM-140A ATACMS (Army TACtical Missile System). 
 
HIMARS diinstal pada truk lima ton FMTV 6X6.kendaraan ini di dukung oleh mesin Diesel Caterpillar 3135 ATAAC 6,6 liter berkekuatan 290 hp.Proses reloading dilakukan hanya 5 menit oleh para kru dibantu dengan derek yang terintegrasi.

T-50 Golden Eagle dan Variannya

Pesawat latih tingkat lanjut (supersonic) T-50 KAI Golden Eagle Korea Selatan.

T-50 Golden Eagle trainer version

Setelah bergelut dengan konsep, disain, prototype dan ujicoba yang melelahkan selama 10 tahun lebih, jet T 50 akhirnya diterbangkan pada tahun 2002 dan bergabung dengan Republik Korea Air Force (RoKAF) pada tahun 2005. T-50 dirancang sebagai pesawat latih tingkat lanjut (supersonic) pengganti pesawat latih T-38 dan A-37, bagi calon pilot pesawat KF-16 (F-16 versi Korea Selatan) dan F-15 SE.

Disain dasar T-50 Golden Eagle berasal dari F-16 Fighting Falcon. Keduanya memiliki banyak kesamaan, antara lain: penggunaan mesin tunggal, kecepatan, ukuran, serta berbagai senjata dan elektronik. Korea Selatan menggarap T-50 setelah KAI memiliki pengalaman memproduksi lisensi KF-16. Pesawat lisensi KF-16 merupakan titik awal pengembangan T-50. Sebelumnya Korea juga telah membuat pesawat baling-baling turboprop KT-1 (Korean Trainer 1) Wongbee, sebagai pesawat latih dasar yang dihasilkan Daewoo Aerospace (sekarang bagian dari KAI).

Program pesawat latih supersonic T-50 pertama kali dimunculkan tahun 1992 dengan nama KTX-2. Departemen Keuangan dan Ekonomi Korsel sempat menangguhkannya hingga tahun 1995 dengan alasan kendala keuangan. Dengan berbagai kendala yang dialami, rancangan dasar pesawat T-50 akhirnya terwujud 4 tahun kemudian, pada tahun 1999. Proyek ini didanai Pemerintah Korea Selatan 70 persen, Korea Aerospace Industries (KAI) 17 persen dan Lockheed Martin 13 persen. Pada bulan Desember tahun 2003 Angkatan Udara Korea Selatan melakukan kontrak produksi sebanyak 25 pesawat T-50, dengan jadwal pengiriman antara 2005 dan 2009. Pesawat T-50 dilengkapi dengan radar AN/PG-67 dari Lockheed Martin.

Pesawat TA-50 light attack version

Program pesawat jet latih T-50 terus dikembangkan menjadi pesawat tempur ringan TA-50. Pesawat TA-50 adalah versi bersenjata dari pesawat latih T-50 yang ditujukan untuk memimpin pelatihan tempur serta serangan kilat. TA-50 memiliki platform: tempur penuh untuk bom presisi, rudal udara ke udara, serta rudal udara ke darat. TA-50 juga ditingkatkan kemampuannya dengan peralatan tambahan untuk: pengintaian, penargetan serta peperangan elektronik. Pada tahun 2011, skuadron pertama TA-50 varian serang ringan mulai operasional.
Pesawat TA-50 light attack version
 
 
 
Pesawat FA-50 multi-role fighter version

Varian lain dari T-50 adalah FA-50 yang memiliki kemampuan pengintaian dan peperangan elektronik. Varian FA-50 terbang perdana tahun 2011 dengan kemampuan multiperan yang disejajarkan dengan KF-16 (F-16 versi Korea). Korea Selatan memproduksi 60 pesawat FA-50 pada tahun 2013 hingga tahun 2016. Angkatan Udara Republik Korea (RoKAF) berencana memiliki total 150 Fighter FA-50 untuk menggantikan F-4 Phantom II dan F-5.
 
 
Dengan demikian, evolusi dari pesawat supersonic Korea Sealtan adalah: T-50 Golden Eagle trainer version, TA-50 light attack version, serta yang terbaru FA-50 light multi-role fighter version.